Category: Konspirasi Dunia


Oleh: Tri Putranto*
Eramuslim.com–Menyebut nama Frithjof Schuon selalu dikaitkan dengan gagasannya yang tertuang dalam buku fenomenalnya : ‘The Transcendent Unity Of Religions’.Sebuah buku yang dijadikan rujukan laiknya kitab suci oleh para penganut faham pluralisme agama.

Pluralisme adalah sebuah faham tentang pluralitas. Sedang Pluralisme Agama adalah jalan kepercayaan yang berbeda menuju kesempurnaan yang sama. Tak ada satu agamapun yang berhak mengklaim sebagai satu-satunya agama yang benar. Klaim kebenaran atas agama merupakan sumber konflik antar umat beragama yang akan melahirkan sikap anti pluralitas dan anti toleransi.Frithjof Schuon adalah salah satu tokoh yang dianggap ‘Nabi’nya para kaum pluralis.

Latar Belakang Kehidupannya

Frithjof Schuon dilahirkan di Basle Swiss pada 18 Juni 1907. Dari keturunan ayah berdarah Jerman, dan ibu berasal dari Asaltia. Saat Schuon belia, ayahnya meninggal dunia . Schuon kecil hijrah bersama ibunya ke Mulhouse, Perancis.

Tatkala menginjak usia 16 tahun, Schuon telah melalap karya Rene Guenon sang pelopor Filsafat Abadi : “Orient et Occident”, selain mengkaji karya-karya Plato. Lantaran terobsesi oleh pemikiran Rene Guenon, ia memberanikan diri berkorespondensi dengan tokoh panutannya tersebut selama hampir 20 tahun lamanya.

Rene Guenon ternyata adalah murid dari Gerard Encausse yang lebih dikenal dengan sebutan Papus, seorang Freemason yang mendirikan “Free School Of Hermetic Scienes” yang mengkaji ilmu mistis. Lewat ajaran Rene Guenon yang aktif menggelar seminar, konggres, diskusi tentang mistis dan freemasonry di Paris. Frithjof Schuon menjadi mahfum tentang hikmah tradisional, simbolisme, ritual dan kebenaran abadi yang terkandung pada tradisi agama.

Setelah menetap di Paris manakala menjalani Wajib Militer, Schuon sekaligus mencoba menjadi desainer tekstil. Pada suatu kesempatan di salah satu masjid di Paris, Schuon mempelajari bahasa arab. Tahun 1931 ia berkelana hingga ke Aljazair, di sana bertemu dengan seorang sufi yang bernama Syaikh Ahmad Al Alawi. Pengembaraannya dilanjutkan ke Afrika Utara hingga ke timur sampai ke India. Di tempat-tempat tersebut Schuon berjumpa dengan tokoh sufi Islam, Hindu dan Buddha. Akhirnya pada tahun 1938 Schuon bertemu dengan mahaguru spiritual idolanya: Rene Guenon di Mesir, pada momen itulah terjadi transfer ilmu dari guru kepada muridnya secara langsung.

Tahun 1939 saat perang dunia ke II meletus , Schuon kembali mengikuti Wajib Militer. Ia tertangkap oleh pasukan Jerman, nasib baik masih berpihak padanya, Ia berhasil melarikan diri dan mencari suaka politik ke Swiss. Di negara inilah Frithjof Schuon menelorkan karyanya berupa buku-buku dan puisi bernafaskan spiritual. Schuon mempelajari prinsip-prinsip metafisika tradisional serta mengeksplorasi dimensi esoteris agama.

Pada tahun 1939, perkenalannya dengan gadis pelukis berdarah Jerman Swiss mengantarkannya sampai ke gerbang pelaminan. Sepasang suami istri tersebut mempunyai cita rasa sama untuk mendalami prinsip metafisika tradisional. Perjalanan spiritual mereka lakukan hingga ke berbagai belahan dunia sampai ke Amerika. Dari beberapa kunjunganya ke Amerika, mereka meneliti kehidupan suku Indian Crow. Ajaran tentang ritual ibadah dan falsafah hidup suku Crow mereka jalani dengan serius. Mulai saat itulah Schuon berminat menggali Hikmah Kuno (Ancient Wisdom).

Setelah menjalani passing over, dari satu agama ke agama lain, sampai suatu saat Schuon memeluk Islam, dan dikenal dengan nama : Isa Nuruddin Ahmad Al Shadili Al Darquwi al Alawi Al Maryami. Ia menjadi seorang yang tersohor dalam bidang religio perennis (agama abadi).

Paradigma Pemikirannya

Menurut perspektif Frithjof Schuon, intisari agama adalah “a common ground” meski hukum, dogma, ritual dari agama-agama tersebut berbeda.

Schuon memaparkan teori bahwa dalam ego manusia terdapat entitas : badan (body), otak (brain) dan hati (heart), yang masing-masing diasosiasikan pada fisik, fikiran dan intelek. Bila dihubungkan dengan realitas, intelek bisa diasosiasikan dengan esensi Tuhan dan langit. Fikiran dan badan di bawah kendali intelek. Hal ini lebih disebakan karena intelek adalah the centre of human being yang berada dalam hati.

Di dunia fisik, intelek terbagi menjadi fikiran (mind) dan badan (body). Melalui intuisi manusia berusaha memahami kebenaran, sedang intelek dasar dari intuisi.

Dimensi Eksoterik dan Esoterik

Schuon berargumen di dalam agama mengandung dimensi eksoterik dan esoterik yang bisa digali lewat intelektualitas. Agama-agama bertemu pada level esoterik bukan eksoterik. Eksoterik adalah aspek eksternal, dogmatis, ritual, etika dan moral suatu agama. Eksoterik berada pada maya, kosmos yang tercipta. Menurut paradigma eksoterik, Tuhan dipersepsikan sebagai Pencipta dan Pembuat Hukum bukan sebagai Esensi. Sejatinya Eksoterik berada dalam maya yang relatif dalam hubungannya dengan atma. Frithjof Schuon memaparkan gagasannya bahwa falsafah eksoterik mempunyai keharusan mutlak bagi keselamatan individu.

Inti dari eksoterik adalah kepercayaan pada dogma eksklusifistik dan kepatuhan pada hukum ritual dan moral. Eksoterisme muncul dari Tuhan. Esoterik adalah aspek metafisis dan dimensi internal agama. Melalui esoterisme manusia menemukan dirinya yang benar, yang diimpilkasikan dengan nilai-nilai ketuhanan. Esensi dari esoterisme adalah kebenaran total yang tidak teredusir pada eksoterisme yang mempunyai keterbatasan.

Pandangan Schuon tentang formulasi kesamaan agama dalam level esoterik adalah hasil interaksi dengan para tokoh freemasonry dan theosofi yamg merelevansikan agama mistis, yahudi dan hikmah kuno ke zaman modern.

Ajaran Schuon dikembangkan hingga mendapatkan pengakuan ilmiah yang setaraf dengan filsafat modern oleh Sayyed Hossen Nasr dalam karyanya Knowledge and the sacred.

Dalam buku Islam and the perennial philosophy, Schuon melukiskan kenyataan sejarah bahwa St. John dari Damaskus membela agamanya dengan tegar meski memegang tampuk jabatan dalam kekhalifahan Umawiyah.

Kesimpulan dari hal ini menunjukkan bahwa yang mutlak atau absolut baik dalam Islam maupun agama lainnya adalah dimensi esoterik, sedangkan dimensi eksoterik harus relatif berkoeksistensi dengan agama besar yang lain.

Schuon memperoleh pencerahan dari seorang lelaki dari Marabaout. Lelaki tersebut menggambar sebuah lingkaran di tanah dan membuat titik pusat di lingkaran tersebut. Hal ini merupakan manisfestasi dari Tuhan yang berada di pusat, dan seluruh jalan menuju padaNya.

Filosofi ini mengispirasi bapak Pluralisme agama : Nurcholish Majid dalam memaparkan gagasannya. Ibarat roda, pusat roda adalah Tuhan dan jari-jarinya adalah jalan berbagai agama. Oleh sebab itu satu agama berbeda dengan yang lain pada level eksoterik, relatif sama pada level esoterik. Bisa diartikan satu Tuhan banyak jalan.

Pada galibnya, berawal dari pemikiran Rene Guenon yang diamini oleh Frithjof Schuon, gagasan pluralisme mendapatkan ruhnya. Falsafah keliru tersebut, saat ini diyakini kaum pluralis sebagai sebuah pandangan hidup.

Pada tahun 1998 Schuon meninggal dunia namun faham sesat yang disebarkannya yakni doktrin pluralisme agama semakin diminati kaunm pluralis sebagai suatu konsep dalam kehidupan beragama. Gagasan tersebut sejatinya adalah faham yang gagal memahami perbedaan partikularitas dan hakikat tentang sesuatu. Menurut pandangan kaum pluralis agama ibarat manifestasi eksternal yang beragam dari satu hakikat yang sama, jalan yang beragam menuju puncak yang sama. Semua agama adalah sama dan setara pada kebenaran relatif.

Menurut perpektif Islam, solusi dari masalah tersebut terletak pada identitas keagamaan, pemberdayaan hubungan antar agama, serta tidak menafikkan terhadap peran agama.

Sejatinya pluralisme agama adalah agenda besar dari ideologi sekularisasi dan globalisasi. Dan kelompok elitis Freemasonry berperan aktif di balik wacana pluralisme agama. Wallahu alam bi shawab.

* Koordinator Kajian Zionisme Internasional

Eramuslim.com – Dalam beberapa hari ke depan, tahun 2011 akan segera berganti, dan tahun 2012 akan menjelang. Ini tahun baru Masehi, tentu saja, karena tahun baru Hijriyah telah terjadi satu pekan yang lalu. Bagi kita orang Islam, ada apa dengan tahun baru Masehi?

Sejarah Tahun Baru Masehi

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir.

Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

Perayaan Tahun Baru

Saat ini, tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu hari suci umat Kristen. Namun kenyataannya, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Dunia.

Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September. Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari. Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut.

Perayaan Tahun Baru Zaman Dulu

Seperti kita ketahu, tradisi perayaan tahun baru di beberapa negara terkait dengan ritual keagamaan atau kepercayaan mereka—yang tentu saja sangat bertentangan dengan Islam. Contohnya di Brazil. Pada tengah malam setiap tanggal 1 Januari, orang-orang Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya dan semangka di pasir pantai sebagai tanda penghormatan terhadap sang dewa Lemanja—Dewa laut yang terkenal dalam legenda negara Brazil.

Seperti halnya di Brazil, orang Romawi kuno pun saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci untuk merayakan pergantian tahun. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Menurut sejarah, bulan Januari diambil dari nama dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang).

Sedangkan menurut kepercayaan orang Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year’s Eve di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh. Bagi orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.

Pada tanggal 1 Januari orang-orang Amerika mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman atau nonton televisi: Parade Bunga Tournament of Roses sebelum lomba futbol Amerika Rose Bowl dilangsungkan di Kalifornia; atau Orange Bowl di Florida; Cotton Bowl di Texas; atau Sugar Bowl di Lousiana. Di Amerika Serikat, kebanyakan perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember, di mana orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, di mana banyak orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang menerikkan “Selamat Tahun Baru” dan menyanyikan Auld Lang Syne.Di negara-negara lain, termasuk Indonesia? Sama saja!

Bagi kita, orang Islam, merayakan tahun baru Masehi, tentu saja akan semakin ikut andil dalam menghapus jejak-jejak sejarah Islam yang hebat. Sementara beberapa pekan yang lalu, kita semua sudah melewati tahun baru Muharram, dengan sepi tanpa gemuruh apapun.

Believe It or Not?

Eramuslim.com - Sebuah fakta yang sangat mencengangkan saat kami mencoba menghitung kerugian yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok. Ternyata, kerugian merokok bukan hanya terkait masalah kesehatan, akan tetapi mencakup ekonomi, politik, agama dan seterusnya.

Ceritanya bermula saat mengisi program spiritual training “Life Management” di salah satu ibu kota propinsi di Sumatera yang diikuti sekitar 200 peserta beberapa waktu lalu. Setelah acara pembukaan selesai dan acara training dimulai, tiba-tiba kami dikagetkan dengan suasana ruang yang full AC itu berubah menjadi panas dan sumpek. Penyebabnya tak lain adalah asap rokok yang menyembur dari mulut para peserta. Kami coba perhatikan setiap wajah peserta. Ternyata tak kurang dari 70% peserta asyik merokok, tanpa merasa bersalah sedikitpun. Coba bayangkan berapa jumlah asap rokok yang diproduksi saat itu di dalam ruang tertutup full AC itu?

Setelah menyampaikan mukaddimah (pengantar) training yang akan memakan waktu dua hari dua malam tersebut, sejenak kami berhenti dan berfikir bagaimana cara menyetop mereka yang sedang menikmati nikotin yang sangat berbahaya itu. Bahayanya bukan hanya bagi kesehatan para pelakunya, akan tetapi, bagi para perokok pasif (yang tidak ikut merokok dan mencium asap rokok yang keluar dari rongga para perokok) akan lebih berbahaya lagi. Begitulah hasil penelitian para ahli kesehatan masa kini.

Awalnya kami merasa agak sulit menyetop mereka merokok, khususnya dalam ruang acara training, karena team training kami lupa mencantumpkan tidak boleh merokok dalam tatib acara selama training berlangsung.

Setelah merenung sejenak, timbul ide untuk mencari tips efektif untuk menyetop mereka merokok. Akhirnya terfikir untuk mengangkat dan memaparkan fakta negatif para perokok yang mungkin saja merke belum mengetahui dan menyadarinya. Kami teringat pada email seorang sahabat terkait dengan fakta negatif bagi para perokok. Fakta tersebut bukan terkait dengan masalah kesehatan, akan tetapi terkait dengan ekses negetaif ekonomi dan politik yang ditimbulkan oleh prilaku buruk merekok. Karena mereka mayoritasnya para pegiat politik, kami yakin mereka akan antusias mendengarkan apa yang akan kami sampaikan.

Sebelum menyampaikan fakta-fakta tersebut kami memulainya dengan ungkapan, “Para hadirin yang dimuliakn Allah. Sebelum kita mulai acara spiritual training ini, ada masalah politik besar yang terjadi dalam ruangan ini yang akan menghambat acara ini, dan kemunkinan besar bisa gagal.” Mendengar ungkapan itu, mereka terlihat mulai serius dan menujukan pandangannya pada kami. Lalu, kami lanjutkan, “Masalah tersebut adalah ROKOK”. Hadirinpun terdiam. Lalu kami lanjutkan lagi, “Kalau masalah ini tidak bisa kita selesaikan, kami ususlkan salah satu dari dua pilihan, kendati keduanya pahit; yaitu para peserta training yang ingin merokok silahkan di luar ruang ini. Atau, kalau para peserta tetap ingin merokok dalam ruang ini, kami akan keluar dari ruang ini, nanti setelah tidak ada lagi yang merokok baru kami masuk lagi ke ruang ini. Kalau ada yang merokok, kami akan keluar lagi, kendati yang merokok hanya satu orang.

Namun, sebelum pilhan itu kita ambil, berikan kami waktu sejenak untuk menyampaikan beberapa fakta berikut terkait dengan bapak-bapak yang yang suka merokok. Adapun fakta-fakta yang dimaksudkan ialah :

Total penduduk dunia 6.5 Milyar.
Total Muslim dunia 1.3 Milyar.
Total perokok di dunia 1.15 Milyar.
Total Muslim yang merokok tidak kurang dari : 400 juta orang dan 140 juta orang adalah kaum Muslimin di Indonesia.
Produser rokok terbesar di dunia adalah Phillip Morris.
Donasi Phillip Morris kepada Israel adalah 12% dari profit yang mereka raih.
Kalau kaum Muslimin yang merokok menghabiskan satu bungkus/hari, berarti mereka membakar 400 juta bungkus rokok/hari.
Kalau harga rokok rata-rata $ 1.00/bungkus, berarti konsumsi mereka untuk rokok $ 400 juta/hari
Kalau 50% kaum Muslimin yang merokok membeli produk Philip Morris, berarti mereka menghisap 200 juta bungkus rokok produk Philip Morris/hari.
Total dana kaum Muslim yang masuk ke Morris sekitar $200 juta/hari
Rata-rata keuntungan rokok produk Philip Morris : 10% /bungkus
Berarti profit Philip Morris dari belanja rokok kaum Muslimin $ 20 juta/hari
Dengan demikian, kamu Muslim yang merokok menyumbang ke Israel $ 2.4 juta/hari dan $ 28.8 juta/tahun atau $ 288 juta/10 tahun
Ini fakta terkait dengan sumbangan para hadirin dan kaum Muslilimin lain di dunia kepada negera Yahudi. Bayangkan, mereka membakar uang sebanyak $ 400 juta/hari, sambil merusak diri sendiri (kesehatan sendiri) serta menyumbang pula ke Israel. Padahal menurut para Mujahidin Palestina, untuk memerdekakan Palestina dan Masjid Aqsha dari penjajahan bangsa yahudi diperlukan dana $ 500 juta/tahun. Sedangkan Anda habiskan untuk belanja rokok saja $ 400 juta/hari, atau sekitar $ 4.8 Milyar / tahun? Apakah ini perbuatan yang bisa diterima akal sehat? Apakah perbuatan ini tidak akan memancing murka Allah?

Dana yang Anda habiskan untuk merokok akan lebih baik digunakan kepada hal-hal yang bermanfaat lainnya; di antaranya tabungan untuk menunaikan ibadah haji misalnya. Jika Anda menabung setiap hari senilai satu bungkus rokok, atau sekitar Rp 10,000 maka uang Anda akan terkumpul sebanyak Rp 300.000/bulan, atau sekitar Rp 3.6 juta pertahun. Dalam sepuluh tahun Anda akan mampu menunaikan ibadah Haji yang biayanya tahun ini hanya sekitar Rp 30 juta.

Kalau Anda merokok selam 30 tahun, berarti Anda mampu berangkat haji dan dengan dua orang anggota keluarga yang lain. Lalu Anda katakan, saya belum bisa menunaikan ibadah haji karena Allah belum memberi Anda rezki yang cukup. Faktanya adalah, Anda dengan sengaja membakar setiap hari sebagian rezki yang Allah berikan itu dan digunakan untuk merusak diri sendiri, orang-orang lain di sekitar Anda. Dan lebih miris lagi, secara tidak sadar Anda menyumbang kepada Israel yang sedang mencaplok tempat suci Anda sendiri dan setiap hari membunuh saudar-saudara Anda di Palestina? Believe it or Not? Anda percaya atau tidak? Mereka serempak menjawab, “Percaya!”

Setelah mendengarkan fakta-fakat tersebut, Alhamdulillah, para peserta sepakat untuk tidak merokok di dalam ruang training dan bahkan sebagian besarnya berjanji untuk meninggalkan rokok secara bertahap. Akhirnya training dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan asap rokok para peserta sampai training selesai.

Pada acara penutupan training, tiba-tiba kami dikagetkan dengan lima orang peserta sebagai utusan para peserta training yang maju kedepan untuk menyampaikan pesan dan kesan selama mengikitu acara training. Yang menarik adalah, mereka bukan menyampaikan kritik, saran atau kesan. Melainkan membacakan sumpah dan komitmen untuk berhenti merokok selama-lamanya. Inilah hasil spiritual training yang nyata, kata mereka. Mereka mengaku, selama ini merokok karena belum mengetahui begitu besar mudarat yang ditimbulkan kebiasaan merokok, sambil mengatakan, “Sekarang saatnya kita bangun spiritual kita bebas dari rokok dan berhenti merokok adalah pintu masuk dunia spiritual yang lebih dalam dan lebih kongkrit”, ungkap mereka. Lalu, mereka meneriakkan takbir, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar”. Kamipun berucap dalam hati sambil terharu; Selamat berhenti merokok bapak-bapak. Semoga senantiasa mendapt ridha-Nya. Amin.

Eramuslim.com - Pada tanggal 2 November 1917, Lord Arthur Balfour, sekretaris luar negeri Inggris, berjanji untuk menciptakan tanah air bagi bangsa Yahudi di Palestina. Yang kemudian dikenal sebagai Deklarasi Balfour, namun ternyata dokumen tersebut menjadi batu loncatan pertama menuju pendirian negara Israel pada tahun 1948.

Pada saat itu Palestina masih di bawah kekuasaan kekhalifahan Utsmaniyah ketika deklarasi tersebut ditulis.Namun Inggris dan sekutu-sekutunya melakukan langkah kemajuan dalam mengalahkan kerajaan Utsmani yang sedang ‘sakit’, dan ketika Palestina berada di bawah kontrol Inggris hanya sebulan kemudian, dokumen penting itu tiba-tiba dianggap jauh lebih besar. Deklarasi Balfour dianggap sebagai sama dengan akta tanah yang memberikan legitimasi terhadap rencana gerakan Zionis internasional mendirikan negara zionis Israel.

Balfour sangat menyadari keberadaan populasi warga Arab asli, namun dalam era yang mendahului hukum internasional, piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Konvensi Jenewa Keempat, sebuah kekuasaan yang kuat tidak punya keraguan tentang pemberian akta tanah untuk wilayah yang tidak memiliki klaim legitimasi untuk hal tersebut.

Deklarasi Balfour juga memasukkan ketentuan bahwa “tidak ada yang harus dilakukan yang mungkin merugikan hak-hak sipil keagamaan atau masyarakat non-Yahudi yang ada di Palestina” – klausul yang tidak benar-benar diperhatikan oleh para pendiri dan penguasa Israel pada akhirnya. Tapi deklarasi itu sendiri telah melucuti masyarakat Arab di Palestina atas hak untuk tanah dan penentuan nasib mereka sendiri.

Masalah Eropa

Orang-orang Arab Palestina adalah hal terakhir yang ada di pikiran Balfour, atau pikiran banyak politisi Inggris lainnya. Terutama berkaitan dengan memecahkan ‘masalah Eropa’ dan bukan dengan menangani hak-hak dari masyarakat tradisional.

Balfour melihat pembentukan tanah air untuk orang Yahudi di Palestina sebagai solusi terbaik untuk apa yang sering disebut di Eropa sebagai ‘Yahudi bermasalah’ – sebuah solusi yang mencerminkan dan mewujudkan kepercayaan pusat anti-Semit terhadap orang Yahudi dalam suatu lembaga asing yang menyebabkan masalah di Eropa yang Kristen.

Balfour sendiri adalah seorang anti-Semit yang dikenal sebagai perdana menteri yang mendukung dan mendorong untuk Undang-Undang 1905 yang berusaha untuk mengekang Eropa Timur, khususnya Yahudi, berimigrasi ke Inggris.

Selama bertahun-tahun, tumbuh keyakinannya bahwa Zionisme – gerakan yang menganjurkan pembentukan tanah air Yahudi di Palestina – menawarkan solusi yang nyaman untuk ‘masalah Yahudi’ tersebut. Seperti anti-Semit lainnya ia tidak percaya bahwa orang Yahudi memiliki kepemilikan di Eropa dan ia merasa bahwa yahudi terdiri dari ras yang terpisah dan agama yang tidak bisa hidup dalam harmoni di dalam negara yang mereka tempati. Ia menyatakan pandangan ini dengan jelas dalam pengantar sebuah buku yang berjudul Sejarah Zionisme oleh Nahum Sokolow.

Sementara banyak orang Yahudi mencari asimilasi, gerakan Zionis yang didirikan oleh Theodore Herzl mencari entitas yang terpisah bagi orang Yahudi. Ia tidak melihat masalah Yahudi sebagai salah satu segregasi dan diskriminasi yang dapat diatasi melalui perjuangan hak-hak universal, tetapi mencari solusi yang lebih radikal – untuk membawa orang Yahudi keluar dari Eropa.

Oposisi Kaum yahudi

Namun tidak semua orang Yahudi yakin bahwa ini adalah jawabannya. Bahkan ada resistensi yang cukup kuat untuk Zionisme dari beberapa negara Eropa, termasuk yahudi di Inggris. Pimpinan di antara para kritikus itu adalah politikus Inggris Edwin Montagu yang dengan tegas menjelaskan bahwa deklarasi Balfour ini dapat menghasilkan reaksi terhadap orang-orang Yahudi yang memilih untuk tetap tinggal di Eropa.

Para sejarawan percaya bahwa kritik Montagu itu telah menyebabkan perubahan-perubahan penting dan penambahan yang dilakukan terhadap draft asli deklarasi – dengan janji Balfour akan mendukung pengambilan Palestina sebagai “sebuah tanah air Yahudi” menjadi dukungan untuk “pembentukan di Palestina sebagai sebuah rumah nasional bagi bangsa Yahudi”.

Tetapi dalam semua drama ini bangsa Palestina tidak dikonsultasikan ataupun secara serius dipertimbangkan. Yang pada saat itu kemudian menjadi seperti sekarang ini – kecuali bahwa kekuasaan imperialis Inggris telah digantikan oleh kekuasaan imperialis Amerika.

Lord Balfour adalah wakil sejati dari nilai-nilai imperialismenya – seorang politisi anti-Semit yang berusaha untuk memecahkan apa yang kemudian dilihat sebagai ‘masalah Eropa’ ketika mengatur panggung untuk penciptaan sebuah entitas pro-Barat di dunia Arab. Deklarasi Balfournya merupakan perwujudan dari imperialisme dan anti-Semitisme, dan kemudian berdampak yang sampai saat ini masih dirasakan ribuan mil jauhnya dari tempat pernyataan kebijakan yang pendek tersebut dibuat.(fq/ajzr)

Protokol Zionisme

Berikut ini dipaparkan Protokol Zionis versi Mayer Amshell Rothschild yang disusun tahun 1773 di Judenstrasse, Frankfurt, Jerman. Protokol ini terdiri dari 25 Butir, yang kemudian dibeberkan dalam Konferensi Zionis I tahun 1897 di Swiss.

-Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan.

-Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.

-Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, Konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.

-Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus melakukan apa dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.

-Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapa pun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik.

-Kebenaran adalah kekuatan konspirasi. Dengan kekuatan, segala yang diinginkan akan terlaksana.

-Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai tingkat di mana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi.

-Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konspirasi. Massa rakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan.

-Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.

-Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga Konspirasi akan memperoleh manfaat besar tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya.

-Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi ‘tuhan’ bagi rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi keturunan yang tengah berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, Konspirasi akan membangun sebuah pemerintahan yang sesuai dengan Konspirasi.

-Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini.

-Pemerintahan bentukan Konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan konspirasi. Tidak bisa lain.

-Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan seribu orang non-Yahudi (Gentiles/Ghoyim) sebagai balasannya.

-Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya semua kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan dimata mereka.

-Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan.

-Penyusupan ke dalam jantung Freemason Eropa agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan Bluemasonry akan bisa dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya.

-Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan.

-Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi itu.

-Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.

-Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekutan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.

-Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan.

-Meletuskan perang dan memberinya—menjual—senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh fakir miskin.

-Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil melaksanakan programnya.
Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan.

-Konspirasi akan menyalahgunakan undang-undang yang ada pada suatu negara hingga negara tersebut hancur karenanya.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.