Latest Entries »

JIKA SUAMI BERSALAH

Oleh: D. Hamdani

Jika suatu saat nanti suamimu bersalah

Sehingga perasaan marah membuncah
Tanyakanlah pada dirimu

Apakah ia masih menyediakan makanan untukmu?

Apakah ia masih membelikanmu pakaian untuk kau kenakan?

Apakah ia memperlakukanmu dengan kasar?

Apakah ia meninggalkanmu? (1)
Jika jawabanmu 

IYA untuk dua pertanyaan pertama, dan

TIDAK untuk dua pertanyaan terakhir

Maka memohon maaflah padanya (2)

Beristigfarlah

Dan berlaku adilah

Karena adil lebih dekat kepada taqwa
#Sukaasih, 9 Maret 2017

———-

(1) Dari Hakim bin Mu’awiyah, dari ayahnya, dari Nabi SAW.  Berkata Mu’awiyah, “Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW tentang hak seorang istri dari suaminya. Nabi SAW menjawab, ‘Engkau harus memberinya makan jika engkau mendapat makan, memberinya pakaian jika engkau mendapat pakaian, jangan memukul wajahnya dan jangan meninggalkan mereka kecuali ia berada di rumah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

(2) Allah SWT berfirman, “Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (Q.S. al-A’raf (7) : 199)

Iklan

Oleh: Aa Gym

Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
(Q.S. Al-A’raaf : 96) View full article »

Oleh: Ustadzah Indra Asih:

Asalnya seorang wanita dilarang untuk meminta dicerai.

Nabi shallallahu ‘alaiahi wa sallam bersabda:

أيُّما امرأةٍ سألت زوجَها طلاقاً فِي غَير مَا بَأْسٍ؛ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الجَنَّةِ

“Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya untuk dicerai tanpa kondisi mendesak maka haram baginya bau surga” (HR Abu Dawud no 1928, At-Thirmidzi dan Ibnu Maajah, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani) View full article »

Oleh: D. Hamdani
Sehat itu nikmat

Berdaya dan bermanfaat
Sehat itu nyaman

Mampu menguatkan iman
Sehat itu rizki

Karena itu harus kita syukuri
Sehat itu asas pertama

Dalam muwashofat kita

Begitu kata Hasan Al Banna
Karena itu jagalah diri kita

Atas semua yang dititipkanNya

Yang kelak akan diminta

Dan kembali ke hadiratNya
#Sukaasih, 27Feb 2017

Oleh: D. Hamdani

Seorang ulama berkata

Diantara bukti bahwa kita mencintai sesama

Adalah engkau mendoakan kebaikan untuknya

Tanpa sepengetahuannya
Rasulullah tercinta bersabda

Iman yang sempurna

Tertanda bahwa cinta pada sesama

Sebaik cinta pada dirimu semata (1)
Ada tiga perkara

Dimana manisnya iman akan terasa

Pertama, Allah dan Rasulnya yang semata dicinta

Kedua, mencintai sesama sebaik mencintai dirinya

Ketiga, membenci kekafiran yang terasa

Sebagaimana bencinya dilempar ke neraka (2)
Seseorang yang saling mencinta

Karena keagunganNya

Maka Dia akan memberi naunganNya

Di hari dimana naungan tiada kecuali naunganNya (3)
#Sukaasih, 26 Feb 2017
—–

(1) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45)

(2) Dari Anas radhiallahu ‘anhum dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga perkara, barangsiapa yang tiga perkara itu ada di dalam diri seseorang, maka orang itu dapat merasakan manisnya keimanan yaitu: jikalau Allah dan RasulNya lebih dicintai olehnya daripada yang selain keduanya, jikalau seseorang itu mencintai orang lain dan tidak ada sebab kecintaannya itu melainkan karena Allah, dan jikalau seseorang itu membenci untuk kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah dari kekafiran itu, sebagaimana bencinya kalau dilemparkan ke dalam api neraka.” (Muttafaq ‘alaih)

(3) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman pada hari kiamat: “Manakah orang-orang yang saling cinta-mencintai kerana keagunganKu? Pada hari ini mereka itu akan diberi naungan pada hari tiada naungan melainkan naunganKu sendiri.” (HR. Muslim)