eramuslim.com – Di Amerika, siapa yang tak kenal J Street. Walau masih berusia dini, tapi kiprahnya sudah terkenal. Siapa di balik J Street?

J Street, didirikan oleh Jeremy Ben Army, disebut-sebut sebagai grup advokasi nirlaba bertujuan untuk mempromosikan kepemimpinan Amerika dalam mengakhiri konflik Arab-Israel dan Palestina-Israel secara damai dan diplomatis. J Street secara resmi didirikan pada bulan April 2008.

Walau mengklaim menerima non-anggota Yahudi, J Street pada intinya memang berbasis Yahudi. J Street menyatakan bahwa mereka “mendukung arah baru kebijakan Amerika di Timur Tengah, solusi diplomatik dengan memakai militer”, “pendekatan unilateral untuk resolusi konflik”, dan “dialog di atas konfrontasi” dengan dukungan internasional yang lebih luas.

Menurut J Street, komite aksi politik mereka adalah yang pertama dan satu-satunya Komite Aksi Politik federal yang tujuannya untuk menunjukkan dukungan politik dan finansial kepada calon pejabat federal dari sejumlah besar orang Amerika yang percaya arah baru dalam kebijakan Amerika. J Street menegaskan kepentingan AS di Timur Tengah dan mempromosikan perdamaian nyata dan keamanan bagi Israel dan wilayah sekitarnya.

Arti Nama J Street

Nama J Street berasal dari rencana jalan di Washington, DC. Di DC, konon tidak ada jalan yang namanya dimulai dari huruf J, sehingga penamaan jalan melompat dari I Street ke K Street karena alasan ortografi. Selain itu, asosiasi huruf J mengarah ke “Yahudi” (Jewish). Lebih jauh lagi, K Street adalah sebuah jalan di pusat kota Washington yang berpengaruh dalam melobi beberapa perusahaan untuk lobi Washington. Jelas, pilihan nama ini mencerminkan keinginan pendiri J Street untuk membawa pesan kepada Washington.

Hubungan dengan Israel

Pada tanggal 22 Oktober 2009, pemimpin oposisi Israel Tzipi Livni mengirimkan ucapan selamat J Street pada acara peresmiannya. Dia mengatakan dia tidak akan dapat menghadiri acara itu, Kadima, partai berpengaruh di Israel, “terwakili” oleh Meir Sheetrit, Shlomo Molla, dan Haim Ramon.

Kedutaan Besar Israel menyatakan bahwa Duta Besar Michael Oren tidak akan menghadiri konferensi nasional pertama J Street karena J Street mendukung posisi yang dapat “mengganggu” kepentingan Israel. Menurut Oren kehadiran J Street hanya “merupakan masalah karena menentang kebijakan pemerintah Israel.”

Di Haaretz, kolumnis Bradley Burston menulis bahwa Kementerian Luar Negeri Israel menganggap J Street bersalah atas kejahatan secara eksplisit dengan menyebut dirinya pro-Israel, sementara tidak setuju sepenuh hati dengan segala pemerintah Israel.” J Street dianggap sebagai golongan “kanan” Israel. (Sa/wikipedia)