Segala puji bagi Allah. Memang, bila dia seorang yg berjuang mewujudkan keadilan dan menghapus kedzaliman sesuai dgn kemampuannya, kepemimpinannya lebih mendatangkan kebaikan bagi kaum muslimin ketimbang kepemimpinan orang lain, dan kekuasaanya atas wilayah lebih baik daripada kekuasaan orang lain, seperti yg disebutkan di atas, maka dia boleh menjalankan tugas dan menduduki kekuasaannya. Dia tdk berdosa utk itu, bahkan kelangsungan kepemimpinannya lebih baik ketimbang dia tinggalkan, kecuali bila ada orang yg lebih baik yg akan menggantikannya.

Lanjutnya…

Mereka yg menduduki jabatan dan memegang kekuasaan tsb yg bersungguh-sungguh mewujudkan keadilan dan kebajikan, maka Allah akan membalas perbuatannya itu dgn kebaikan dan tdk menghukumnya atas apa yg tdk mampu dia lakukan, dan Dia juga tdk akan menyalahkannya. Sebab, kalau dia berlepas tangan, akan terjadi kejahatan yg lebih besar.

(Ibnu Taimiyyah, Majmuat Fatawa, Juz 30)