1. Imam Malik Rahimahullah

Beliau bertutur,
ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺸﺘﻢ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﻟﻴﺲ ﻟﻬﻢ ﺳﻬﻢ، ﺃﻭﻗﺎﻝ ﻧﺼﻴﺐ ﻓﻲ ﺍﻹﺳﻼﻡ

“Orang yang mencela shahabat Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam tidaklah memiliki saham atau bagian apapun dalam
keislaman.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah hal. 162 dan Al-Khatsûl dalam As-Sunnah 1/493]

Asyhab bin Abdul Aziz menyebutkan bahwa Imam Malik ditanya tentang Syi’ah Rafidhah maka Imam Malik menjawab,

ﻻ ﺗﻜﻠﻤﻬﻢ ﻭﻻ ﺗﺮﻭ ﻋﻨﻬﻢ ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻳﻜﺬﺑﻮﻥ

“Janganlah kalian meriwayatkan hadits dari mereka. Sesungguhnya mereka itu sering berdusta.” [Diriwayatkan oleh Ibnu
Baththah dalam Al-Ibânah Al-Kubrâ` sebagaimana dalam Minhâj As-Sunnah karya Ibnu Taimiyah 1/61]

2. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahulllâh (W. 241 H)

Beliau ditanya tentang seorang lelaki yang mencela seorang shahabat Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam maka beliau
menjawab,
ﻣﺎ ﺃﺭﺍﻩ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﺳﻼﻡ

“Saya tidak memandang bahwa dia di atas (agama) Islam.” [Diriwayatkan oleh Al-Khallâl dalam As-Sunnah 1/493]

Beliau juga ditanya tentang pencela Abu Bakr, Umar, dan Aisyah maka beliau menjawab, “Saya tidak memandang bahwa dia di atas (agama) Islam.” [Diriwayatkan oleh Al-Khallâl dalam As-Sunnah 1/493]

Beliau ditanya pula tentang orang yang bertetangga dengan (Syi’ah) Rafidhah yang memberi salam kepada orang itu. Beliau
menjawab.
ﻻ، ﻭﺇﺫﺍ ﺳﻠﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻻ ﻳﺮﺩ ﻋﻠﻴﻪ

“Tidak (dijawab). Bila (orang Syi’ah) itu memberi salam kepada (orang) itu, janganlah dia menjawab (salam)
tersebut.” [Diriwayatkan oleh Al-Khallâl dalam As-Sunnah 1/494]

3. Asy-Syaikh Ibnu Jibriin berkata :

ﻓﺎﻟﺮﺍﻓﻀﺔ ﺑﻼ ﺷﻚ ﻛﻔﺎﺭ … ﻭﻣﻦ ﺷﻚ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻓﻠﻴﻘﺮﺃ ﻛُﺘﺐَ ﺍﻟﺮﺩ ﻋﻠﻴﻬﻢ، ﻛﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﻘﻔﺎﺭﻱ ﻓﻲ ﺗﻔﻨﻴﺪ ﻣﺬﻫﺒﻬﻢ، ﻭﻛﺘﺎﺏ ) ﺍﻟﺨﻄﻮﻁ ﺍﻟﻌﺮﻳﻀﺔ ( ، ﻭﻛﺘﺎﺏ ﺇﺣﺴﺎﻥ
ﺇﻟﻬﻲ ﻇﻬﻴﺮ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ

“Raafidlah adalah kafir tanpa keraguan,…. Barangsiapa yang ragu akan hal itu, hendaklah ia membaca kitab-kitab bantahan
yang ditujukan kepada mereka, seperti kitab Al-Khuthuuthul-‘Ariidlah, kitabnya Ihsaan Ilahi Dhaahir, dan yang lainnya…”.
[ http://abul-jauzaa.blogspot.com/2012/01/syiah-itu-sesat-juragan-sebuah-masukan.html ]

4. Imam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahulllâh (W. 728 H)

Beliau menyatakan, “… dan cukuplah Allah sebagai Yang Maha Mengetahui bahwa, dalam seluruh kelompok yang bernisbah
kepada Islam, tiada yang (membawa) bid’ah dan kesesatan yang lebih jelek daripada (kaum Rafidhah) tersebut, serta tiada
yang lebih jahil, lebih pendusta, lebih zhalim, dan lebih dekat kepada kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan, juga tiada yang
lebih jauh dari hakikat keimanan daripada (kaum Rafidhah) itu.” [Minhâj As-Sunnah 1/160]

Beliau berkata pula, “(Kaum Rafidhah) membantu orang-orang Yahudi, orang-orang Nashara, dan kaum musyrikin terhadap
ahlul bait Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan umat beliau yang beriman sebagaimana mereka telah membantu kaum
musyrikin dari kalangan At-Turk dan Tartar akan perbuatan mereka di Baghdad dan selainnya terhadap ahlul bait Nabi
shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan Ma’din Ar-Risâlah, keturunan Al-‘Abbâs dan ahlul bait yang lain, berupa pembunuhan,
penawanan, dan perusakan negeri-negeri. Kejelekan dan bahaya (orang-orang Rafidhah) terhadap umat Islam takkan mampu dihitung oleh orang yang fasih berbicara.” [Majmu’ Al-Fatâwâ 25/309]