Ia bisa berupa berhala/patung yang disembah, sebagaimana riwayat :

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺍﻟْﻴَﻤَﺎﻥِ، ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺷُﻌَﻴْﺐٌ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﺰُّﻫْﺮِﻱِّ، ﻗَﺎﻝَ: ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻌِﻴﺪُ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﻤُﺴَﻴِّﺐِ، ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧِﻲ ﺃَﺑُﻮ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ: ” ﻟَﺎ ﺗَﻘُﻮﻡُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻀْﻄَﺮِﺏَ ﺃَﻟَﻴَﺎﺕُ ﻧِﺴَﺎﺀِ ﺩَﻭْﺱٍ ﻋَﻠَﻰ ﺫِﻱ ﺍﻟْﺨَﻠَﺼَﺔِ ” ، ﻭَﺫُﻭ ﺍﻟْﺨَﻠَﺼَﺔِ: ﻃَﺎﻏِﻴَﺔُ ﺩَﻭْﺱٍ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ

Telah menceritakan kepada kami Abul-Yamaan : Telah mengkhabarkan kepada kami Syu’aib, dari Az-Zuhriy, ia berkata :
Telah berkata Sa’iid bin Al-Musayyib : Telah mengkhabarkan kepadaku Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Tidak akan tegak hari kiamat hingga pantat-pantat wanita suku
Daud berjoget di Dzul-Khalashah” . Dzul-Khulashah adalah thaaghuut (berhala) suku Daus yang mereka sembah pada
masa Jaahiliyyah [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 7116].

Ia bisa berupa syaithaan , sebagaimana riwayat :
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺑَﻜْﺮٍ، ﻋَﻦْ ﻭَﻛِﻴﻊٍ، ﻋَﻦْ ﺯَﻛَﺮِﻳَّﺎ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﺸَّﻌْﺒِﻲِّ: “ﺍﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕِ: ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ”

Telah menceritakan kepada kami Abu bakr, dari Wakii’, dari Zakariyyaa, dari Asy-Sya’biy : “ Thaaghuut , yaitu
syaithaan” [Ghariibul-Hadiits oleh Abu Ishaaq Al-Harbiy, 2/643; shahih].

Ibnul-Jauziy rahimahullah berkata :

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻗﺘﻴﺒﺔ : ﻛﻞ ﻣﻌﺒﻮﺩ ؛ ﻣﻦ ﺣﺠﺮ ﺃﻭ ﺻﻮﺭﺓ ﺃﻭ ﺷﻴﻄﺎﻥ : ﻓﻬﻮ ﺟﺒﺖٌ ﻭﻃﺎﻏﻮﺕٌ . ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺣﻜﻰ ﺍﻟﺰﺟﺎﺝ ﻋﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻠﻐﺔ

“Ibnu Qutaibah berkata : ‘Segala sesuatu yang disembah baik berupa batu, patung, ataupun syaithaan, maka ia adalah jibt
dan thaaghuut’. Dan begitulah yang dihikayatkan oleh Az-Zujaaj dari para pakar bahasa” [Nuzhatul-A’yun An-Nawaadhir ,
hal. 410].

Ia bisa berupa dukun, sebagaimana riwayat :

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺑَﻜْﺮٍ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻏُﻨْﺪَﺭٌ، ﻋَﻦْ ﺷُﻌْﺒَﺔَ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺑِﺸْﺮٍ، ﻋَﻦْ ﺳَﻌِﻴﺪٍ : “ﺍﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕِ: ﺍﻟْﻜَﺎﻫِﻦُ ”

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr : Telah menceritakan kepada kami Ghundar, dari Syu’bah, dari Abu Bisyr, dari
Sa’iid : “Thaaghuut , yaitu dukun” [idem ; shahih].

Ia bisa berupa tukang sihir, sebagaimana riwayat :

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﻤُﺜَﻨَّﻰ، ﻗَﺎﻝَ : ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻷَﻋْﻠَﻰ، ﻗَﺎﻝَ: ﺛﻨﺎ ﺩَﺍﻭُﺩُ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺍﻟْﻌَﺎﻟِﻴَﺔِ، ﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ: ” ﺍﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕُ: ﺍﻟﺴَّﺎﺣِﺮُ ”

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsannaa, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku ‘Abdul-A’laa,
ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Daawud, dari Abul-‘Aaliyyah, bahwasannya ia berkata : “ Thaaghuut, yaitu
tukang sihir” [Tafsir Ath-Thabariy , 4/557; shahih]. [1]

Atau berupa segala sesuatu yang disembah selain Allah, sebagaimana riwayat :

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺯُﺭْﻋَﺔَ، ﺛﻨﺎ ﻳُﻮﻧُﺲُ ﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻷَﻋْﻠَﻰ، ﺛﻨﺎ ﺍﺑْﻦُ ﻭَﻫْﺐٍ، ﻗَﺎﻝَ: ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻲ ﻣَﺎﻟِﻚٌ ” ﺍﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕُ: ﻣَﺎ ﻳَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ”

Telah menceritakan kepada kami Abu Zur’ah : Telah menceritakan kepada kami Yuunus bin ‘Abdil-A’laa : Telah
menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, ia berkata : Maalik pernah berkata kepadaku : “Thaaghuut adalah segala sesuatu
yang diibadahi selain Allah” [ Tafsir Ibni Abi Haatim, no. 2622; shahih].

Beberapa ulama memutlakkannya dengan semua orang yang menyeru kepada kesesatan, sebagaimana perkataan Al-
Qurthubiy rahimahullah :
}ﻭَﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﺍﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕَ{ ﺃﻱ ﺍﺗﺮﻛﻮﺍ ﻛﻞ ﻣﻌﺒﻮﺩ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﺎﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻭﺍﻟﻜﺎﻫﻦ ﻭﺍﻟﺼﻨﻢ، ﻭﻛﻞ ﻣﻦ ﺩﻋﺎ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻀﻼﻝ

“Ayat : dan jauhilah thaaghuut’ , maknanya : tinggalkanlah segala sesuatu yang diibadahi selain Allah, seperti syaithaan,
dukun, berhala, dan semua yang menyeru kepada kesesatan” [Tafsiir Al-Qurthubiy , 10/103].

Atau memutlakkannya pada setiap pemimpin kesesatan :

Ibnul-Mandhur rahimahullah berkata :

ﺍﻟﻄﺎﻏﻮﺕُ ﻣﺎ ﻋُﺒِﺪَ ﻣﻦ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻭﻛﻞُّ ﺭﺃْﺱٍ ﻓﻲ ﺍﻟﻀﻼﻝِ ﻃﺎﻏﻮﺕٌ ﻭﻗﻴﻞ ﺍﻟﻄﺎﻏﻮﺕُ ﺍﻷَﺻْﻨﺎﻡُ ﻭﻗﻴﻞ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥُ ﻭﻗﻴﻞ ﺍﻟﻜَﻬَﻨﺔُ ﻭﻗﻴﻞ ﻣَﺮَﺩﺓُ ﺃَﻫﻞ
ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ

“Thaaghuut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah ‘azza wa jalla . Dan segala pemimpin kesesatan adalah
thaaghuut. Dikatakan, thaaghuut adalah berhala-berhala. Dikatakan pula : syaithaan dan dukun” [ Lisaanul-‘Arab , hal.
2722 – materi kata ﻃﻮﻍ ].

Al-Fairuz Aabaadiy rahimahullah berkata :

ﻭﺍﻟﻄﺎﻏﻮﺕ : ﺍﻟﻼﺕ , ﻭﺍﻟﻌﺰﻯ , ﻭﺍﻟﻜﺎﻫﻦ , ﻭﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ , ﻭﻛﻞ ﺭﺃﺱ ﺿﻼﻝ , ﻭﺍﻷﺻﻨﺎﻡ ، ﻭﻣﺎ ﻋﺒﺪ ﻣﻦ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ , ﻭﻣﺮﺩﺓ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ

“Dan thaaghuut adalah Laata, ‘Uzza, dukun, syaithaan, semua pemimpin kesesatan, berhala, sesuatu yang diibadahi
selain Allah, dan orang-orang durhaka dari Ahlul-Kitaab” [ Al-Qaamuus Al-Muhiith , 4/400].

Atau memutlakkannya pada setiap orang yang memalingkan dari jalan kebaikan/kebenaran.

Ar-Raaghib Al-Asfahaaniy rahimahullah sebagaimana dinukil dalam Taajul-‘Aarus berkata :

ﻭﻳُﺮَﺍﺩُ ﺑﻪِ ﺍﻟﺴّﺎﺣِﺮُ ﻭﺍﻟﻤﺎﺭﺩُ ﻣﻦَ ﺍﻟﺠﻦِّ ﻭﺍﻟﺼّﺎﺭِﻑُ ﻋﻦْ ﻃَﺮِﻳﻖِ ﺍﻟﺨَﻲْ ﺭِ

“Dan yang dimaksudkan dengannya adalah tukang sihir, pentolan jin yang durhaka, dan orang yang memalingkan dari
jalan kebaikan” [Taajul-‘Aarus , 1/5685].

Ibnu ‘Utsaimiin rahimahullah berkata :

ﻭﻋﻠﻤﺎﺀُ ﺍﻟﺴﻮﺀِ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺪﻋﻮﻥ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻀﻼﻝ ﻭﺍﻟﻜﻔﺮ ﺃﻭ ﻳﺪﻋﻮﻥ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﺃﻭ ﺇﻟﻰ ﺗﺤﻠﻴﻞ ﻣﺎ ﺣﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻭ ﺗﺤﺮﻳﻢ ﻣﺎ ﺃﺣﻞ ﺍﻟﻠﻪ : ﻃﻮﺍﻏﻴﺖٌ

“Dan ‘ulama suu’ (yang jelek) yang mengajak kepada kesesatan dan kekufuran, atau mengajak kepada kebid’ahan, atau
mengajak kepada menghalalkan apa yang diharamkan Allat atau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, maka mereka
disebut thaaghuut” [Syarh Tsalaatsatil-Ushuul , hal. 151].

Bahkan, thaaghuut itu mencakup orang yang memakan uang suap dan beramal tanpa ilmu , sebagaimana dikatakan oleh
Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil-Wahhaab rahimahullah :

ﻭﺍﻟﻄﻮﺍﻏﻴﺖ ﻛﺜﻴﺮﺓ , ﻭﺍﻟﻤﺘﺒﻴﻦ ﻟﻨﺎ ﻣﻨﻬﻢ ﺧﻤﺴﺔ : ﺃﻭﻟﻬﻢ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻭﺣﺎﻛﻢ ﺍﻟﺠﻮﺭ ﻭﺁﻛﻞ ﺍﻟﺮﺷﻮﺓ ﻭﻣﻦ ﻋُﺒﺪَ ﻓﺮﺿﻲَ ﻭﺍﻟﻌﺎﻣﻞ ﺑﻐﻴﺮ ﻋﻠﻢ

“Thaaghuut itu banyak jenisnya, dan yang telah kami jelaskan di antaranya ada lima, yaitu : syaithaan, hakim yang
curang, pemakan risywah (uang sogok), orang yang diibadahi (selain Allah) dan ia ridlaa, serta orang yang beramal tanpa
ilmu” [ Ad-Durarus-Saniyyah , 1/137].

Mencakup juga dinar dan dirham , sebagaimana dikatakan Ibnu Taimiyyah rahimahullah :

ﻭﻫﻮ ﺍﺳﻢُ ﺟﻨﺲٍ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻴﻪ : ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻭﺍﻟﻮﺛﻦ ﻭﺍﻟﻜﻬﺎﻥ ﻭﺍﻟﺪﺭﻫﻢ ﻭﺍﻟﺪﻳﻨﺎﺭ ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ

“Ia (thaaghuut ) merupakan isim jenis yang masuk padanya : syaithaan, berhala, dukun, dirham, dinar, dan yang
lainnya” [ Majmuu’ Al-Fataawaa , 16/565].

Mencakup pula orang yang merubah hukum Allah dan/atau tidak berhukum dengan hukum Allah , sebagaimana perkataan
Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil-Wahhaab rahimahullah yang lain :

ﻭﺍﻟﻄﺎﻏﻮﺕ ﻋﺎﻡ، ﻓﻜﻞ ﻣﺎ ﻋُﺒﺪ ﻣﻦ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﺭﺿﻲ ﺑﺎﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﻣﻦ ﻣﻌﺒﻮﺩ ﺃﻭ ﻣﺘﺒﻮﻉ ﺃﻭ ﻣﻄﺎﻉ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ ﻃﺎﻋﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ، ﻓﻬﻮ ﻃﺎﻏﻮﺕ .
ﻭﺍﻟﻄﻮﺍﻏﻴﺖ ﻛﺜﻴﺮﺓ ﻭﺭﺅﻭﺳﻬﻢ ﺧﻤﺴﺔ:
)ﺍﻷﻭﻝ( : ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺍﻟﺪﺍﻋﻲ ﺇﻟﻰ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ}: ﺃَﻟَﻢْ ﺃَﻋْﻬَﺪْ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﻳَﺎ ﺑَﻨِﻲ ﺁﺩَﻡَ ﺃَﻥْ ﻻ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﺍ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﻜُﻢْ ﻋَﺪُﻭٌّ ﻣُﺒِﻴﻦٌ .{
) ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ( : ﺍﻟﺤﺎﻛﻢ ﺍﻟﺠﺎﺋﺮ ﺍﻟﻤﻐﻴﺮ ﻷﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ، ﻭﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ }:ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﺮَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺰْﻋُﻤُﻮﻥَ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺑِﻤَﺎ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻭَﻣَﺎ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻚَ
ﻳُﺮِﻳﺪُﻭﻥَ ﺃَﻥْ ﻳَﺘَﺤَﺎﻛَﻤُﻮﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕِ ﻭَﻗَﺪْ ﺃُﻣِﺮُﻭﺍ ﺃَﻥْ ﻳَﻜْﻔُﺮُﻭﺍ ﺑِﻪِ ﻭَﻳُﺮِﻳﺪُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﺃَﻥْ ﻳُﻀِﻠَّﻬُﻢْ ﺿَﻼﻻً ﺑَﻌِﻴﺪﺍً .{
) ﺍﻟﺜﺎﻟﺚ ( : ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺤﻜﻢ ﺑﻐﻴﺮ ﻣﺎ ﺃﻧﺰﻝ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ }: ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺤْﻜُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﺃَﻧْﺰَﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮُﻭﻥَ …{
) ﺍﻟﺮﺍﺑﻊ (: ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺪﻋﻲ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻐﻴﺐ ﻣﻦ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ}: ﻋَﺎﻟِﻢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻓَﻼ ﻳُﻈْﻬِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﻏَﻴْﺒِﻪِ ﺃَﺣَﺪﺍً ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦِ ﺍﺭْﺗَﻀَﻰ ﻣِﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝٍ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﺴْﻠُﻚُ
ﻣِﻦْ ﺑَﻴْﻦِ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻭَﻣِﻦْ ﺧَﻠْﻔِﻪِ ﺭَﺻَﺪﺍً .{ ﻭﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ }: ﻭَﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻣَﻔَﺎﺗِﺢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻻ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻬَﺎ ﺇِﻻَّ ﻫُﻮَ ﻭَﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺒَﺮِّ ﻭَﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ ﻭَﻣَﺎ ﺗَﺴْﻘُﻂُ ﻣِﻦْ ﻭَﺭَﻗَﺔٍ ﺇِﻻَّ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻬَﺎ ﻭَﻻ
ﺣَﺒَّﺔٍ ﻓِﻲ ﻇُﻠُﻤَﺎﺕِ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﻭَﻻ ﺭَﻃْﺐٍ ﻭَﻻ ﻳَﺎﺑِﺲٍ ﺇِﻻَّ ﻓِﻲ ﻛِﺘَﺎﺏٍ ﻣُﺒِﻴﻦٍ .{
) ﺍﻟﺨﺎﻣﺲ (: ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻌﺒﺪ ﻣﻦ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻫﻮ ﺭﺍﺽ ﺑﺎﻟﻌﺒﺎﺩﺓ، ﻭﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ }: ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻘُﻞْ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺇِﻧِّﻲ ﺇِﻟَﻪٌ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻧِﻪِ ﻓَﺬَﻟِﻚَ ﻧَﺠْﺰِﻳﻪِ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ ﻛَﺬَﻟِﻚَ ﻧَﺠْﺰِﻱ
ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ .{

“Thaaghuut itu banyak macamnya, dan biang-biangnya ada lima, yaitu : Pertama , syaithaan yang mengajak untuk
beribadah kepada selain Allah. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala : ‘Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kamu hai
bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaithaan? Sesungguhnya syaithaan itu adalah musuh yang nyata
bagimu’. (QS. Yasin : 60). Kedua, penguasa lalim yang merubah hukum-hukum Allah ta’ala , dan dalilnya adalah firman-
Nya ta’ala : ‘Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang
diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal
mereka telah diperintah mengingkari thoghut itu. Dan syaithon bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan
yang sejauh-jauhnya ’ (QS. An-Nisaa’ : 60). Ketiga , orang berhukum dengan selain yang diturunkan Allah, dan dalilnya
adalah firman Allah ta’ala : ‘Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah
orang-orang yang kafir ’ (QS. Al-Maaidah : 44). Keempat, orang yang mengklaim mengetahui hal yang ghaib, padahal itu
adalah hak khusus Allah; dan dalilnya adalah firman Allah ta’ala : ‘(Dia adalah Rabb) yang mengetahui hal ghoib, maka
dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghoib itu, kecuali kepada Rasul yang diridhoi-Nya, maka
sesungguhnya dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya ’ (QS. Al-Jin : 26-27); dan
firman-Nya : ‘Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri,
dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia
mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang
kering, melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)’ (QS. Al-An’aam : 59). Kelima, segala sesuatu yang
disembah selain Allah, sedangkan dia rela dengan penyembahan tersebut. Adapun dalilnya adalah firman Allah ta’ala :
‘Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan, ‘Sesungguhnya Aku adalah Tuhan selain daripada Allah’, maka orang itu
kami beri balasan dengan Jahannam, demikian kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim ’ (QS. Al-
Anbiyaa’ : 29)” [ Majmuu’ Rasaail fit-Tauhiid wal-Iimaan , hal. 377-378].

ﻭﺍﻟﻄﻮﺍﻏﻴﺖ ﻛﺜﻴﺮﺓ، ﻭﺭﺅﻭﺳﻬﻢ ﺧﻤﺴﺔ: ﺇﺑﻠﻴﺲ ﻟﻌﻨﻪ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻣﻦ ﻋﺒﺪ ﻭﻫﻮ ﺭﺍﺽ، ﻭﻣﻦ ﺩﻋﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻟﻰ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﻧﻔﺴﻪ، ﻭﻣﻦ ﺍﺩﻋﻰ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻐﻴﺐ،
ﻭﻣﻦ ﺣﻜﻢ ﺑﻐﻴﺮ ﻣﺎ ﺃﻧﺰﻝ ﺍﻟﻠﻪ

“Thaaghuut itu banyak macamnya, dan biangnya ada lima : (1) Iblis la’natullah , (2) orang yang diibadahi selain Allah dan
ia ridlaa kepadanya, (3) orang yang menyeru manusia untuk meng-ibadahi dirinya, (4) orang yang mengklaim mengetahui
ilmu ghaib, dan (5) orang yang berhukum dengan selain yang diturunkan Allah” [Tsalaatsatul-Ushuul , hal. 195].

Ibnu Katsiir rahimahullah ketika menafsirkan ayat :

ﻳُﺮِﻳﺪُﻭﻥَ ﺃَﻥْ ﻳَﺘَﺤَﺎﻛَﻤُﻮﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕِ ﻭَﻗَﺪْ ﺃُﻣِﺮُﻭﺍ ﺃَﻥْ ﻳَﻜْﻔُﺮُﻭﺍ ﺑِﻪِ ﻭَﻳُﺮِﻳﺪُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﺃَﻥْ ﻳُﻀِﻠَّﻬُﻢْ ﺿَﻼﻻ ﺑَﻌِﻴﺪًﺍ

“Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan
bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya” [QS. An-Nisaa’ : 60].

beliau berkata :

ﻭﺍﻵﻳﺔ ﺃﻋﻢ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻛﻠﻪ، ﻓﺈﻧﻬﺎ ﺫﺍﻣﺔ ﻟﻤﻦ ﻋﺪﻝ ﻋﻦ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ، ﻭﺗﺤﺎﻛﻤﻮﺍ ﺇﻟﻰ ﻣﺎ ﺳﻮﺍﻫﻤﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ، ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﺎﻟﻄﺎﻏﻮﺕ ﻫﺎﻫﻨﺎ

“Dan ayat tersebut lebih umum maknanya dari semua yang disebutkan itu, karena ia merupakan celaan bagi orang yang
menyimpang dari Al-Qur’am dan As-Sunnah, dan mereka berhukum kepada selain keduanya, yaitu kepada kebathilan.
Itulah yang dimaksudkan dengan thaaghuut pada ayat ini” [Tafsir Ibni Katsiir , 2/346].

Abu Ja’far Ath-Thabariy rahimahullah mencoba merangkum pendefinisian thaaghuut : :

ﻭﺍﻟﺼﻮﺍﺏ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﻋﻨﺪﻱ ﻓﻲ “ﺍﻟﻄﺎﻏﻮﺕ ” ، ﺃﻧﻪ ﻛﻞ ﺫﻱ ﻃﻐﻴﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ، ﻓﻌﺒﺪ ﻣﻦ ﺩﻭﻧﻪ، ﺇﻣﺎ ﺑﻘﻬﺮ ﻣﻨﻪ ﻟﻤﻦ ﻋﺒﺪﻩ، ﻭﺇﻣﺎ ﺑﻄﺎﻋﺔ ﻣﻤﻦ ﻋﺒﺪﻩ ﻟﻪ،
ﻭﺇﻧﺴﺎﻧﺎ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻤﻌﺒﻮﺩ، ﺃﻭ ﺷﻴﻄﺎﻧﺎ، ﺃﻭ ﻭﺛﻨﺎ، ﺃﻭ ﺻﻨﻤﺎ، ﺃﻭ ﻛﺎﺋﻨﺎ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺷﻲﺀ

“Dan yang benar menurutku tentang perkataan thaaghuut, bahwasannya ia adalah segala sesuatu yang melampaui batas
terhadap Allah, lalu diibadahi selain dari-Nya, baik dengan adanya paksaan kepada orang yang beribadah kepadanya,
atau dengan ketaatan orang yang beribadah kepadanya. Sesuatu yang diibadahi itu bisa berupa manusia, syaithaan,
berhala, patung, atau yang lainnya” [Tafsir Ath-Thabariy , 5/419].

Dan kemudian Ibnul-Qayyim rahimahullah memberikan definisi yang lebih mencakup dengan perkataannya :

ﻭﺍﻟﻄﺎﻏﻮﺕ ﻛﻞ ﻣﺎ ﺗﺠﺎﻭﺯ ﺑﻪ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺣﺪﻩ ﻣﻦ ﻣﻌﺒﻮﺩ ﻭ ﻣﺘﺒﻮﻉ ﺃﻭ ﻣﻄﺎﻉ ﻓﻄﺎﻏﻮﺕ ﻛﻞ ﻗﻮﻡ ﻣﻦ ﻳﺘﺤﺎﻛﻤﻮﻥ ﺇﻟﻴﻪ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺃﻭ ﻳﻌﺒﺪﻭﻧﻪ ﻣﻦ ﺩﻭﻥ
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻭ ﻳﺘﺒﻌﻮﻧﻪ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮ ﺑﺼﻴﺮﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻭ ﻳﻄﻴﻌﻮﻧﻪ ﻓﻴﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﺃﻧﻪ ﻃﺎﻋﺔ ﺍﻟﻠﻪ

“Thaaghuut adalah segala sesuatu yang menyebabkan seorang hamba melampaui batas; baik sesuatu itu dari hal yang
diibadahi, diikuti, atau ditaati. Maka thaaghuut itu setiap kaum yang berhukum kepadanya selain dari Allah dan Rasul-
Nya, atau mereka menyembah selain dari Allah, atau mereka mengikutinya tanpa adanya pentunjuk dari Allah, atau
mereka mentaatinya terhadap segala sesuatu yang tidak mereka ketahui bahwasannya hal itu merupakan ketaatan kepada
Allah” [I’laamul-Muwaqqi’iin , 1/50].