Oleh: D. Hamdani

Demokrasi memberi ruang pd siapa pun utk mendefinisikan ulang maknanya, apakah ia dekat dgn otoritarianisme atau pro umat Islam.

Demokrasi memberi ruang pd siapa pun utk tumbuh, mulai dari aliran sesat hingga para pejuang harakah. Karena itu tumbuhkan potensi harakah kalian, ajak sebanyak-banyaknya umat pd islam, sehingga potensi kesesatan pun hilang dgn sendirinya.

Demokrasi memberi ruang pd siapa pun utk membuat kebijakan hukum, mulai dr hukum sekuler hingga hukum yg berbasis syari’ah. Karena itu perbanyak orang shalih utk memenangkan sehingga ia bisa membuat produk hukum yg berbasis syari’ah.

Demokrasi memberi ruang pd siapa pun utk beramal, mulai amal kesesatan hingga amal shalih. Karena itu jalankanlah dakwah agar semua orang beramal shalih dan kesatan pun akan hilang dgn sendirinya.

Saat ketika umat ini memenangkan dlm era demokrasi, maka suara umat adalah suara tuhan, dan suara tuhan adalah suara islam, ma
ka saat itulah kita tegakkan syariat dan buanglah demokrasi, krn islam adalah sesuatu yg tinggi dan tdk ada yg lebih tinggi dari selainnya.

Inilah hakikat dakwah dgn pola buttom up dgn memanfaatkan fleksibilitas demokrasi.