Category: Fatwa


Fatwa Lajnah Da’imah Tentang Sikap Seorang Muslim Terhadap Partai-partai Politik (no. 6290)

Soal : Sebagian orang mengaku dirinya muslim namun tenggelam dalam partai-partai politik, sementara di antara partai-
partai itu ada yang mengikuti Rusia dan ada yang mengikuti Amerika. Dan partai-partai ini juga terbagi-bagi menjadi
begitu banyak, seperti Partai Kemajuan dan Sosialis, Partai Kemerdekaan, Partai Orang-orang Merdeka –Partai Al
Ummah-, Partai Asy Syabibah Al Istiqlaliyyah dan Partai Demokrasi…serta partai-partai lainnya yang saling mendekati
satu sama lain.
Baca lebih lanjut

Iklan

Oleh: Ust. Farid Nu’man

Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah berkata tentang peristwa hijrah tersebut:

ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚِ ﺍﺳْﺘِﺌْﺠَﺎﺭُ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮَ ﻋَﻠَﻰ ﻫِﺪَﺍﻳَﺔِ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖِ ﺇِﺫَﺍ ﺃُﻣِﻦَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻭﺍﺳﺘﺌﺠﺎﺭ ﺍﻟْﺈِﺛْﻨَﻴْﻦِ ﻭَﺍﺣِﺪًﺍ ﻋﻠﻰ ﻋﻤﻞ ﻭَﺍﺣِﺪ ﺟَﺎﺯَ

Dalam hadits ini menunjukkan bahwa seorang muslim mengupah orang kafir untuk membantunya memberikan
petunjuk jalan jika hal itu aman baginya, dan juga dua orang yang mengupah satu orang  dalam satu perbuatan, itu
adalah diperbolehkan. (Fathul Bari, 4/442-443)
Baca lebih lanjut

Segala puji bagi Allah. Memang, bila dia seorang yg berjuang mewujudkan keadilan dan menghapus kedzaliman sesuai dgn kemampuannya, kepemimpinannya lebih mendatangkan kebaikan bagi kaum muslimin ketimbang kepemimpinan orang lain, dan kekuasaanya atas wilayah lebih baik daripada kekuasaan orang lain, seperti yg disebutkan di atas, maka dia boleh menjalankan tugas dan menduduki kekuasaannya. Dia tdk berdosa utk itu, bahkan kelangsungan kepemimpinannya lebih baik ketimbang dia tinggalkan, kecuali bila ada orang yg lebih baik yg akan menggantikannya.
Baca lebih lanjut

Oleh: Ust. Farid Nu’man

Banyak pertanyaan kepada kami mengenai ini, baik melalui sms atau email. Terkait adanya Partai Islam yang
mencalonkan Non Muslim sebagai Caleg (Calon Anggota Legislatif) dari partai Islam tersebut. Yang perlu ditekankan adalah tentunya caleg non muslim tersebut wajib mengakui asas Islam dan platform partai Islam tersebut. Apakah hal keberadaan mereka untuk membantu perjuangan Partai Islam dibenarkan syariat? Ataukah ini hal yang sifatnya
situasional dan bisa berlaku bagi daerah tertentu, daerah yang minim umat Islam dan juga lemah keadaannya
seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur, namun tidak boleh bagi daerah lain yang umat Islam adalah mayoritas dan
kuat, seperti pulau Jawa dan Sumatera?
Baca lebih lanjut

Faktor Pengubah Fatwa

Dr. Yusuf Qardhawi menyebutkan dalam kitabnya Mujibat Tagashyyur Al-Fatwa fi ‘Aashrina mengenai 10 faktor yang bisa menyebabkan sebuah fatwa berubah. Di antaranya adalah karena:

  1. Perubahan tempat.
  2. Perubahan waktu.
  3. Perubahan kondisi.
  4. Perubahan tradisi (‘urf).
  5. Perubahan ilmu pengetahuan.
  6. Perubahan kebutuhan manusia.
  7. Perubahan kemampuan manusia.
  8. Perubahan kondisi social, ekonomi, dan politik.
  9. Perubahan pendapat dan pemikiran.
  10. Musibah.