Category: Manhaj


Makna Thaaghuut

Ia bisa berupa berhala/patung yang disembah, sebagaimana riwayat :

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺍﻟْﻴَﻤَﺎﻥِ، ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺷُﻌَﻴْﺐٌ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﺰُّﻫْﺮِﻱِّ، ﻗَﺎﻝَ: ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻌِﻴﺪُ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﻤُﺴَﻴِّﺐِ، ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧِﻲ ﺃَﺑُﻮ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ: ” ﻟَﺎ ﺗَﻘُﻮﻡُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻀْﻄَﺮِﺏَ ﺃَﻟَﻴَﺎﺕُ ﻧِﺴَﺎﺀِ ﺩَﻭْﺱٍ ﻋَﻠَﻰ ﺫِﻱ ﺍﻟْﺨَﻠَﺼَﺔِ ” ، ﻭَﺫُﻭ ﺍﻟْﺨَﻠَﺼَﺔِ: ﻃَﺎﻏِﻴَﺔُ ﺩَﻭْﺱٍ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ

Telah menceritakan kepada kami Abul-Yamaan : Telah mengkhabarkan kepada kami Syu’aib, dari Az-Zuhriy, ia berkata :
Telah berkata Sa’iid bin Al-Musayyib : Telah mengkhabarkan kepadaku Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Tidak akan tegak hari kiamat hingga pantat-pantat wanita suku
Daud berjoget di Dzul-Khalashah” . Dzul-Khulashah adalah thaaghuut (berhala) suku Daus yang mereka sembah pada
masa Jaahiliyyah [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 7116].
Baca lebih lanjut

Iklan

Mengatakan terhadap Allah tanpa dilandasi ilmu merupakan perbuatan haram yg paling haram dan paling besar dosanya. Maka hal ini disebutkan pada tingkatan keempat dari perkara-perkara yg diharamkan, yg pengharamannya telah disepakati berbagai syariat dan agama, dlm keadaan bagaimanapun tdk diperbolehkan dan apa pun bentuknya tetap haram, tdk seperti bangkai, darah dan daging babi, yg dlm kondisi tertentu masih diperbolehkan.

(Ibnu Qayyim, Madarijus Salikin, hlm. 109)

  1. Memaklumi  (mentolelir) orang-orang shalih dan utama yang terjerumus ke dalam bid’ah akibat dari ijtihad, dan memaknai ucapan mereka yang multi tafsir dengan tafsir yang paling baik.
  2. Tidak menganggap dosa seorang mujtahid yang melakukan kekliruan, baik dalam masalah ushul maupun furu’. Dan, lebih dari itu, tidak menganggap kafir atau fasiq.
  3. Baca lebih lanjut