Category: Fiqh Siyasi


Oleh: Nandang Burhanudin

Kini saya memahami, di negara demokratis-lah hak-hak prinsipil kita sebagai manusia dihargai. Kita bebas: mau taat atau mau maksiat, mau terpelajar atau kurang ajar, mau memuji atau mencaci. Tinggal kembali kepada diri kita.
Baca lebih lanjut

Iklan

Fatwa Lajnah Da’imah Tentang Sikap Seorang Muslim Terhadap Partai-partai Politik (no. 6290)

Soal : Sebagian orang mengaku dirinya muslim namun tenggelam dalam partai-partai politik, sementara di antara partai-
partai itu ada yang mengikuti Rusia dan ada yang mengikuti Amerika. Dan partai-partai ini juga terbagi-bagi menjadi
begitu banyak, seperti Partai Kemajuan dan Sosialis, Partai Kemerdekaan, Partai Orang-orang Merdeka –Partai Al
Ummah-, Partai Asy Syabibah Al Istiqlaliyyah dan Partai Demokrasi…serta partai-partai lainnya yang saling mendekati
satu sama lain.
Baca lebih lanjut

Oleh: Ust. Farid Nu’man

Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah berkata tentang peristwa hijrah tersebut:

ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚِ ﺍﺳْﺘِﺌْﺠَﺎﺭُ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮَ ﻋَﻠَﻰ ﻫِﺪَﺍﻳَﺔِ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖِ ﺇِﺫَﺍ ﺃُﻣِﻦَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻭﺍﺳﺘﺌﺠﺎﺭ ﺍﻟْﺈِﺛْﻨَﻴْﻦِ ﻭَﺍﺣِﺪًﺍ ﻋﻠﻰ ﻋﻤﻞ ﻭَﺍﺣِﺪ ﺟَﺎﺯَ

Dalam hadits ini menunjukkan bahwa seorang muslim mengupah orang kafir untuk membantunya memberikan
petunjuk jalan jika hal itu aman baginya, dan juga dua orang yang mengupah satu orang  dalam satu perbuatan, itu
adalah diperbolehkan. (Fathul Bari, 4/442-443)
Baca lebih lanjut

– Mengurangi kekejian dan kezaliman suatu hal yg diharapkan sesuai dgn kemampuan.
– Memilih bahaya yg lebih ringan.
– Mundur dari yg ideal kepada kenyataan yg lebih rendah.
– Sunnah tadarruj.

(Yusuf Qardhawi, Fiqh Daulah, hlm. 232-236)

eramuslim.com – Imam Hasan Al-Banna membolehkan permohonan bantuan dan kerjasama pemerintahan Islam dengan non-Muslim bila telah memenuhi dua syarat.
Baca lebih lanjut